PENULIS : RELIGI : TEKNIK MESIN : FACEBOOK : MULTISERVIS
Mengenal rukun shalat tidak dapat dipisahkan dengan KEPAHAMAN tentang SHALAT yang DAPAT MERUKUNKAN RUKUN SHALAT (sembahyang) tersebut.
SUBSTANSI SHALAT sudah kita mengenalNYA bahwa yang SHALAT itu adalah Ruhaniah pada kita, NAMAnya MUKMIN atau RUH-KEBENARAN yang daripada ALLAH , yang adalah sebuah KEBENARAN YANG ABSOLUT, yang ditiupkan ALLAH GUNA MENYEMPURNAKAN KEJADIAN MANUSIA; yang bersumber dari NIKMAT-RASA-ZAT yang adalah NUR atau CAHAYA; yang dianugerahkan Allah bersamaan ditiupkannya Ruh kepada setiap manusia.
Oleh karena ruhaniah kita itu, substansinya adalah kebenaran; dia adalah shalat, maka ruhaniah-lah yang sangat menentukan rukun apa tidak nya sembahyang yang dilaksanakan (tuma'ninah).
Kebanyakan umat islam; disangka sholat itu adalah dari mulai takbir sampai salam. Padahal takbir sampai salam itu termasuk rukun sholat, yaitu rukun qauli (rukun yang diperbuat oleh lidah).
Tinjauan:
Al-Quran tiga puluh juz terhimpun kepada: tujuh ayat (Fathihah); terhimpun kepada: LIMA HURUF,
yaitu AL HAM DU.
Dari lima huruf itu terhimpun pula kepada: Ba, Ba kepada Sin;
Alladzi Yuwaswisu Fi Shudurinnas, minal jinnati wannas.
Jadi usul dari Rukun Sembahyang itu adalah 7 (tujuh) ayat ummul quran + an-nas 6(enam) ayat; Menjadi 13
RUKUN SHALAT(sembahyang); yang WAJIB dirukunkan oleh RUHANIYAH- KEBENARAN TADI. (shalat tersebut); supaya tidak perkara.
Adapun rukun sembahyang yang tiga belas itu terdiri dari:
1. Niat,
2. Tegak berdiri betul,
3. Takbiratul ihram,
4. Membaca fathihah,
5. Rukuk,
6. I'tidal,
7. Sujud,
8. Duduk antara dua sujud,
9. Duduk tahiyat,
10. Membaca tahiyat,
11. Salawat atas nabi,
12. Salam yang pertama,
13. Tertib.
Rukun 13 terbagi Terbagi menjadi tiga pembahagian
A) Rukun Qalbi, yaitu rukun yang diperbuat oleh hati:
1. Niat,
2. Tertib.
B) Rukun Qauli, yaitu rukun yang
diperbuat oleh lidah:
1. Takbiratul Ihram,
2. Membaca fathihah,
3. Membaca tahiyat,
4. Salawat atas nabi,
5. Salam yang pertama.
C) Rukun Fi'li, yaitu rukun yang diperbuat oleh anggota:
1. Tegak berdiri betul,
2. Rukuk,
3. I'tidal,
4. Sujud,
5. Duduk antara dua sujud,
6. Duduk tahiyat.
Adapun Tiang Sholat/Sembahyang itu, Tiga perkara:
1. Tetap segala anggota
Sudahkah tetap niat kita tegak berdiri betul di Baitullah? Kalau belum JANGAN angkat takbiratul ihram,
2. Hadir hati akan Zat-nya Allah SWT,
3. Segala bacaan paham dengan maknanya; (BUKAN TAFSIR).
Sebelum melakukan persembahan; Hendaklah diketahui yang Enam Perkara:
1. Siapa yang Menyembah? Yakni, DIRI YANG SEBENARNYA DIRI PADA KITA,
2. Siapa yang Disembah? Yakni, ZAT-NYA ALLAH SWT,
3. Apa yang dipersembahkan? Yakni, Rukun Sembahyang yang Tiga Belas,
4. Dimana tempat menyembah? Yakni, DI TEMPAT YANG TIDAK MENSYARIKATI ALLAH,
5. Bilamana waktu menyembah? Yakni, apabila masuk waktu yang lima, seperti Zhuhur, Ashar, Maghrib, Isya' dan Subuh,
6. Kemana kembali sembah? Yakni, Aku KEPADA WUJUD ALLAH YANG QADIM LAGI BAQA'.
Oleh karena ruhaniah itu adalah nur atau cahaya, adalah iman adalah kitab; zat yang dimasukan oleh Allah SWT kedamaian jasad maka sempurnalah kejadian manusia. Tempatnya didalam hati manusia
QS42/52 “Waka dzaalika auhainaa ilaika ruuham min amrinaa maa kunta tadrii mal kitaabu wall al iimaanu walaakin ja’alnaahu nuuran nahdii bihii man nasyaa-u min ‘ibaadinaa wa innaka la tahdii ilaa shiraatim mustaqiim."
Artinya: “Dan demikianlah Kami WAHYUKAN KEPADA RUH dengan perintah kami. Engkau (sebelumnya) TIDAK MENGERTI APA KITAB dan APA IMAN. Tetapi, Kami menjadikan KITAB itu CAHAYA atau NUR. ( jadi RUH, IMAN, KITAB itu adalah NUR atau CAHAYA). Melalui kitab itu, Kami memberikan petunjuk kepada orang-orang yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya ALLAH menunjuki kepada jalan yang lurus."
Karena itu dikala muazin mengatakan: hayya alashsolah; kita menjawabnya: la hawla wa la quwwata illa billah; BUKAN: ana hadza sholah.
Sebab tempat merukunkan yang TIGA BELAS PERKARA itu ada di BAITULLAH; shalat didirikan di Baitullah, Rukuk-Sujud di Baitullah,
QS(2)125:
"Wa idz ja'alnal baita matsaabatal linnaasi wa amnaw wat takhidzuu mim maqaami Ibrahiima mushallaw wa' ahidnaa ilaa ibraahiima wa ismaa 'illa an thahiraa baitiya lith thaa-ifiina wal 'aakifiina warrukka'is sujuud."
Artinya: "Dan ingatlah ketika Kami MENJADIKAN RUMAH itu BAITULLAH (BUKAN KA'BAH), untuk pulang pergi manusia, dan tempat yang aman. Dan AMBIL-LAH BAITULLAH itu untuk TEMPAT SHOLAT. Bersihkanlah rumahKu untuk orang yang tawaf, i'tikaf, ruku dan sujud."
QS(22)26:
"Wa idz bawwa'naa li Ibrahiima makaanal baiti al laa tusyrik bii syai-aw wa thahhir baitiya lith thaa-ifiina walqaaimiina wa rukka'is sujuud."
Artinya Dan (ingatlah) ketika Kami TEMPATKAN IBRAHIM PADA TEMPATNYA DI BAITULLAH, seraya firman Kami, "JANGAN ENGKAU SEKUTUKAN AKU DENGAN YANG LAIN-LAIN, dan SUCIKANLAH RUMAHKU untuk orang-orang yang tawaf, orang-orang yang I'tikaf dan orang-orang yang ruku' dan sujud."
Sedangkan SHALAT itu WAJIB HUKUMNYA mengikut Rasul;
QS(24)56
"Wa aqiimush shalaata wa aatuz zakaata wa athii'ur rasuula la'allakum turhamuun."
Artinya "dan DIRIKANLAH SHOLAT, KELUARKAN ZAKAT, IKUT RASUL, supaya kamu mendapat rahmat."
SEBAB dengan BANTUAN RASULULLAH SAW lah kita dapat MERUKUNKAN RUKUN SHALAT(sembahyang) yang tiga belas tersebut. Hal demikian disebabkan MUHAMMAD SAW tersebut SAKSI, supaya MENAMBAH KEIMANAN (kepercayaan) kita kepada Allah;
QS(48)8-9: "Innaa arsalnaaka syaahidan wamubasy-syiran wanadziiran. Litu'minuu billahi warasuulihi watu'azziruuhu watuwaqqiruuhu watusabbihuuhu bukratan wa-ashiilaa."
Artinya: "Sesungguhnya, Kami mengutus ENGKAU HAI Muhammad sebagai SAKSI, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, SUPAYA kamu BERIMAN-percaya kepada Allah dan Rasul-Nya, lagi menguatkanNya, membesarkanNya. Dan bertasbih kepada-Nya pagi dan petang."
Hadist Bukhari 3532:
"Hal tarawna qiblatii haa hunaa fawallaahi maa yakhfa 'alayya khusyuu'akum walaa rukuu'akum innii la araakum min waraa i zhahrii."
Artinya: BERKATA RASULULLAH: "Adakah engkau PERHATIKAN KEMANA KIBLATMU?" Demi Allah TIDAK LEPAS DARI PENGLIHATAN KU, CARA-CARAMU KHUSYUK DAN RUKUK. Sesungguhnya khusyuk dan rukukmu DI BELAKANGKU KU, KU LIHAT (artinya apakah ADA KAMU DI BAITULLAH APA TIDAK)."
Muslim 2354;
Imam Malik Al-Muwattaq 1844: "Hal tarawna qiblatii haa hunaa fawallaahi maa yakhfa 'alayya sujuudakum walaa rukuu'akum innii la araakum min waraa i zhahrii."
Artinya: "BERKATA RASULULLAH: "Adakah engkau PERHATIKAN KEMANA KIBLATMU?" Demi Allah TIDAK LEPAS DARI PENGLIHATANKu CARA-CARAMU SUJUD DAN RUKUK. Sesungguhnya sujud dan rukukmu DI BELAKANGKU- KU LIHAT (APAKAH ADA KAMU DI BAITULLAH APA TIDAK)."
Maka dapat dimengerti; SETELAH MUAZIN ADZAN, kita bermohon kepada Allah: AGAR MUHAMMAD RASULULLAH SAW itu,dibangkitkan di Baitullah.
Bunyinya:
"ALLAHUMMA RABBA HAADZIHID DA'WATTI TAAMMAH WASH-SHALAATIL QAA'IMAH. AATI SAYYIDANA MUHAMMADANIL WASIILATA WAL-FADHIILAH. WAS SYARAFA WAD-DARAJATAL 'AALIYATAR RAFII'A WAB'ATSHUL MAQAAMAL MAHMUUDAL LADZI WA'ADTAHU INNAKA LAA TUKHLIFUL MII'AAD".
Artinya: "YA ALLAH, BERMULA INI DO'A YANG BERKAT, SHOLAT YANG DIDIRIKAN, DATANGKAN DI ENGKAU MUHAMMAD ITU WASIILAH, BANGKITKAN DI ENGKAU AKAN DIA DI MAQOM TERPUJI. SESUNGGUHNHYA ALLAH TIADA MENYALAHI JANJI."
Dari doa adzan ini: NYATA-LAH Muhammad itu WASIILAH, Dia JALAN kepada Allah; BUKAN SILSILAH, (dari guru ke guru, dari manusia ke manusia biasa).
Kenapa demikian? Karena yang menampung dan menyelamatkan persembahan kita kepada Allah adalah Muhammad SAW.
Seperti ungkapan: Attahiyatul mubarakatus solawatut taiyibatu laillah.
Artinya: PEMBERIAN YANG BERKAT, SHOLAT YANG BAIK-BAIK, BAGI ENGKAU Hai Allah,
TETAPI SIAPA MENAMPUNG MENYELAMATKAN PERSEMBAHAN TERSEBUT KEPADA ALLAH?
Maka kita baca: Assalamu'alaika aiyuhan nabiyu warahmatullahi wabarakatuh,
Artinya:
KESELAMATAN PENYERAHAN ITU ATAS ENGKAU HAI NABI RAHMAT DAN BERKATNYA,
Begitu juga: Assalamu'alaina wa'la 'ibadillahis salihin.
Maka itu kita sudahi sembahyang kita dengan mengucapkan:
Asyahadu alla illaha illallah. Wa'asyhadu anna Muhammadar Rasulullah.
Itulah SEBABnya ALLAH; menyuruh kita untuk menuntut-MENCARI WASILLAH bagi ORANG TAQWA:
QS(5)35:
"Yaa ayyuhal ladziina aamanut taqullaaha wab taghuu ilaihil wasiilata wa jaahiduu fii sabiilihii la'allakum tuflihuun."
Artinya:
"Hai orang beriman, BERTAQWALAH KAMU kepada Allah dan RasulNya dan CARILAH WASIILAH kepadaNya dan BERJIHADLAH PADA JALAN-NYA supaya kamu mendapat keberuntungan."
Niat Dalam Shalat 5 Waktu
Niat sembahyang itu terbagi atas 4 pembagian, yaitu:
1. Niat tuza'iyyah artinya: menyusul lafadz dengan niat.
Dia mau shalat, tetapi saat dia akan mengambil wudhu, dia berniat akan melaksanakan sembahyang, sehingga pada waktu shalat dia tidak pakai niat lagi. Batal, karena, niat itu adalah yang dalam hati. Yang dalam hati itu yang wajib menyampaikan niatnya.
2. Niat basyithah artinya: membagi lafadz dengan niat; Allahu akbar kata mulut, Allah maha besar kata hati, juga batal.
3. Niat Hurufiyah artinya: sebelum dia mengangkat takbiratul ihram, dia telah berniat lebih dulu, dengan lafaz: "sengaja aku sembahyang..., ....rakaat karena Allah ta'ala", juga batal, sebab niatnya dilakukan secara qauli (lidah), bukan hati
4. Niat kamaliyah artinya: kesempurnaan niat. INILAH NIAT SEBENAR NIAT; NIAT AULIA dan AMBIYA, yaitu: al iman akdum bil qalbi, ikrarum bil lisan, amaalun bil alkan. Artinya
iman termaktub (tersimpan) dalam hati, diikrar dengan lidah, diamal dengan anggota.
Terhimpun kepada
qasad, ta'rat, ta'yin. Dari al iman akdum bil qalbi,ikrarum bil lisan, amaalun bil alkan,
terhimpun kepada Qasat ta'rat ta'yin.
Qasat artinya: menyengaja akan shalat (Ushali); Ta'rat artinya: menyatakan fardhunya; Ta'yin artinya menentukan waktunya, seperti dzuhur, ashar, maghrib, isya' dan subuh.
Maka niatnya: "SENGAJA AKU SHALAT FARDHU (DZUHUR/ASHAR/MAGHRIB,ISYA',SUBUH) KARENA ALLAH TA'ALA"
Terhimpun kepada huruf yang dua delapan;(BUKAN DUAPULUH DELAPAN);
1. Alif Lam Lam Ha,
2. Alif Ka Ba Ro;
Allahu Akbar bunyinya;
namanya: "TAKBIRATUL IHRAM".
Sebelum kita mendirikan shalat, WAJIB terlebih dulu kita berwudhu, APAKAH JASMANIAH SAJA YANG DISUCIKAN (DIBERSIHKAN) ketika menyembah ALLAH?), tentu bukan demikian, selain jasmaniah, TERUTAMA RUHANIAHNYA)
QS(5)6: "Yaa ayyuhal ladziina aamanuu idzaa qumtum ilash shalaati fagh siluu wujuuhakum wa aidiyakum ital maraafiqi wam sahuu bi ru-uusikum wa arjulakum ital ka'baini wa in kuntum junuban faththah haruu wa in kuntum mardhaa au 'alaa safarin au jaa-a ahadum minkum minal ghaa-ithi au laamastumun nisaa-a fa lam tajiduu maa-an fa tayammamuu sha'iidan thayyiban fam sahuu bi wujuuhikum wa aidiikum minhu maa yuriidullaahu li yaj'ala 'alaikum min harajiw walaakiy yuriidu li yuthahhirakum wa liyutimma ni'matahuu 'alaikum la'allakum tasykuruun."
Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mendirikan shalat maka: basuhlah mukamu dan tanganmu sampai, dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan dua mata kaki. Dan jika kamu junub maka bersucilah dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik, maka sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak menghendaki untuk menyulitkan kamu, akan tetapi Dia menghendaki membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya atas kamu supaya kamu bersyukur."
Bila kita perhatikan, kalau-lah wudhu itu hanya untuk mensucikan atau membersihkan jasmaniah, tentu lebih baik setelah kita mandi, bersih; TIDAK PERLU LAGI AMBIL WUDHU. Padahal yang dituju adalah KEBERSIHAN RUHANIAH itu dalam rangka mendirikan shalat; sebelum mengerjakan rukun sembahyang.
Bisikan syetan di dalam diri manusia itulah yang membuat kesalahan anggota tubuh melakukan sesuatu seperti SALAH LIHAT, SALAH DENGAR, SALAH UCAP, SALAH MELANGKAH, SALAH BERPIKIR.
Lima abad setelah wafatnya nabi Isa as; akibat sifat yang dimiliki manusia tersebut, maka terjadialah KEBIADABAN YANG TIDAK TERKENDALI. Yang KUAT BERKUASA, yang MISKIN DIINJAK, PEREMPUAN TIDAK ADA HARGANYA; semua bisa pakai. Padahal TIDAK AKAN BERKEMBANG MANUSIA YANG BANYAK INI APABILA TIDAK ADA WANITA. Lalu lahirlah Nabi Muhammad SAW; ditugaskan untuk memperbaiki kebiadaban tersebut dengan ungkapan
INNAMA BUISTU LUTAMMI MAKARIMAL AKHLAQ, melalui TARAKTU FIIKUM AMRAINI LAN TADHILLUU ABADAN MA IN TAMASSAKTUM BIHIMAA KITAABALLAAHI WA SUNNATA RASUULIHI.
Bila kita perhatikan, kalau-lah wudhu itu hanya untuk mensucikan atau membersihkan jasmaniah, tentu lebih baik setelah kita mandi, bersih; TIDAK PERLU LAGI AMBIL WUDHU. Padahal yang dituju adalah KEBERSIHAN RUHANIAH itu dalam rangka mendirikan shalat; sebelum mengerjakan rukun sembahyang.
Bisikan syetan di dalam diri manusia itulah yang membuat kesalahan anggota tubuh melakukan sesuatu seperti SALAH LIHAT, SALAH DENGAR, SALAH UCAP, SALAH MELANGKAH, SALAH BERPIKIR.
Lima abad setelah wafatnya nabi Isa as; akibat sifat yang dimiliki manusia tersebut, maka terjadialah KEBIADABAN YANG TIDAK TERKENDALI. Yang KUAT BERKUASA, yang MISKIN DIINJAK, PEREMPUAN TIDAK ADA HARGANYA; semua bisa pakai. Padahal TIDAK AKAN BERKEMBANG MANUSIA YANG BANYAK INI APABILA TIDAK ADA WANITA. Lalu lahirlah Nabi Muhammad SAW; ditugaskan untuk memperbaiki kebiadaban tersebut dengan ungkapan
INNAMA BUISTU LUTAMMI MAKARIMAL AKHLAQ, melalui TARAKTU FIIKUM AMRAINI LAN TADHILLUU ABADAN MA IN TAMASSAKTUM BIHIMAA KITAABALLAAHI WA SUNNATA RASUULIHI.
Membawa kembali kepada kiblat yang telah hilang, yaitu
Qs3/96: "Inna awwala baitiw wudhi'a lin naasi lal ladzii bi bakkata mubaarakaw wa hudal lil aalamiin."
Artinya: "Sesungguhnya ini MULA-MULA RUMAH yang KAMI NYATAKAN BAGI MANUSIA (BAITULLAH), BERKAT untuk IBADAH dan PETUNJUK SE ISI ALAM(alam insan-ruhaniyah)."
Dimantabkan dengan doa ketika mengelilingi Ka'bah;
اَللّٰهُمَّ إِنَّ هٰذَا اْلبَيْتَ بَيْتُكَ وَالْحَرَمَ حَرَمُكَ وَاْلأَمْنَ أَمْنُكَ وَالْعَبْدَ عَبْدُكَ وَأَنَا عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدُكَ وَهٰذَا مَقَامُ الْعَائِذِبِكَ مِنْ النَّارِ فَحَرِّمْ لُحُوْمَنَا وَبَشَرَتَنَا عَلَى النَّارِ. اَللّٰهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا اْلإِيْمَانَ وَزَيِّنْهُ فِيْ قُلُوْبِنَا وَكَرِّهْ إِلَيْنَا الْكُفْرَ وَالْفُسُوْقَ وَالْعِصْيَانَ وَاجْعَلْنَا مِنَ الرَّاشِدِيْنَ. اَللّٰهُمَّ قِنِيْ عَذَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ. اَللّٰهُمَّ ارْزُقْنِى الْجَنَّةَ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Artinya:
Ya Allah, sesungguhnya RUMAH ini rumahMu ya Allah (BUKAN KA'BAH), TANAH HAROM ini TANAH MULIAMU
ya Allah, negeri aman ini negeri aman Mu Ya Allah, aku ini hamba mu ya Allah
( "Abdi fil qalbil mu’miniin”, hambaKu dalam hati mereka namanya mukmin),
anak daripada hambaMu (Ana minallah wal mu'minuuna minniy),
adalah tempat ini tempat orang berlindung kepadaMu dari neraka, peliharalah daging dan kulitku dari api neraka." (Tentu Mulia Orang di dalamnya).
Dengan Kita merasakan adanya sifat itu, lalu Allah mengutus NABI MUHAMMAD SAW UNTUK MEMPERBAIKI, GUNA MENANGGULANGI KERUSAKAN-KERUSAKAN AKHLAK DAN BUDI MANUSIA DENGAN CARA YANG KOMPREHENSIF melalui MENDIRIKAN SHALAT MENGIKUT RASUL PADA HAKEKATNYA DI BAITULLAH.
AR
Tidak ada komentar:
Posting Komentar