QS(7)187: "Yasaluunaka 'anissaa'ati ai-yaana mursaahaa qul innamaa 'ilmuhaa 'inda rabbii laa yujalliihaa liwaqtihaa ilaa huwa tsaqulat fiis-samaawaati wal ardhi laa ta'tiikum ilaa baghtatan yasaluunaka kaannaka hafii-yun 'anhaa qul innamaa 'ilmuhaa 'indallahi walakinna aktsarannaasi laa ya'lamuun(a)."
Artinya: "Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: 'Bilakah terjadinya'. Katakanlah: 'Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Rabb-ku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu, melainkan dengan tiba-tiba'. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: 'Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Rabb, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui'."
QS(22)1: "Yaa ai-yuhaannaasuuttaquu rabbakum inna zalzalatassaa'ati syayun 'azhiimun."
Artinya: "Hai manusia, bertaqwalah kepada Tuhan-mu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat)."
QS(39)68: "Wanufikha fiish-shuuri fasha'iqa man fiis-samaawaati waman fiil ardhi ilaa man syaa-allahu tsumma nufikha fiihi ukhra fa-idzaa hum qiyaamun yanzhuruun(a)."
Artinya: "Dan ditiuplah sangkakala (pertama), maka matilah, siapa yang di langit dan di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi (sangkakala kedua), maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing)."
QS(101): "Al-qaari'at(u). Maal qaari'at(u). Wamaa adraaka maal qaari'at(u). Yauma yakuunun-naasu kal faraasyil mabtsuuts(i). Watakuunul jibaalu kal 'ihnil manfuusy(i)."
Artinya: "Hari Kiamat. Apakah hari Kiamat itu? Tahukah kamu apakah hari kiamat itu? Pada hari itu manusia seperti anai-anai yang bertebaran. Dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan."
QS(99): "Idzaa zulzilatil ardhu zilzaalahaa, Wa-akhrajatil ardhu atsqaalahaa, Waqaala-insaanu maa lahaa, yawma-idzin tuhadditsu akhbaarahaa, bi-anna rabbaka awhaa lahaa, yawma-idzin yashduru alnnaasu asytaatan liyuraw a’maalahum, faman ya’mal mitsqaala dzarratin khayran yarahu, waman ya’mal mitsqaala dzarratin syarran yarahu."
Artinya: "Apabila bumi digoncangkan, dengan goncangannya (yang dahsyat), dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya, dan manusia bertanya: 'Mengapa bumi (jadi begini)?', pada hari itu bumi menceritakan beritanya, karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya. Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka, Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sebesar zarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula."
Demikian disampaikan guna dipahami dengan sebaik-baiknya. Wass wr wb
AR Yusuf
Pembina JmI
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
"Mengenal HAJARUL-ASWAD"
Banyak pendapat tentang apa sebenarkan HA itu, rasanya TIDAK mungkin dapat diketahui dengan pasti, bila HANYA sebatas pendapat.
HA adalah MALAIKAT ZURIAT (salah-satu dari sekian banyaknya MALAIKAT), yang dijelmakan menjadi BATU HITAM.
TUGASnya adalah menyaksikan atas Umat Muhammad yang datang memenuhi UNDANGAN Allah dan RasulNya) pada saat Umrah dan Haji.
Yang berfungsi sebagai foto otomatis, seperti umpamanya:
barang siapa yang ingin masuk Bank, yaitu orang yang memang ada tujuan /kepentingan berurusan dengan BANK, tentu telah direkam secara otomatis di dalamnya. Begitupun bagi umat islam yang telah mengenal hakikat haji dan umrah melalui pengenalan HA, di saat beristilam kepada HA; tanda dimulainya tawaf, maka:
“Syuhudul Wahdah Fil Kasrah, Syuhudul Kasrah Fil Wahdah”:
Artinya:
"PANDANGAN YANG BANYAK PADA YANG SATU(AMIN ya ALLAH), pandangan YANG SATU DALAM YANG BANYAK."
Itulah gunanya kita mengelilingi BAITULLAH sebanyak 7 kali.
"MANA Kiblat YANG DAHULU":
Firman Tuhan:
QS(3)96:
"Inna awwala baitiw wudhi'a lin naasi lal ladzii bi bakkata mubaarakaw wa hudal lil aalamiin. Fiihi aayaatum bayyinaatum maqaamu ibraahiima wa man dakhalahuu kaana aamina."
Artinya:
"Sesungguhnya inilah mula-mula RUMAH (BAITULLAH DI MAKKAH; BELUM ADA RUMAH DI PERMUKAAN BUMI INI, termasuk MASJIDIL AQSA, karena itu dibangun di zaman Nabi Sulaiman),YANG AKU NYATAKAN BAGI MANUSIA, BERKAT UNTUK IBADAH (artinya ibadah yang dilakukan oleh manusia akan MEMPUNYAI NILAI HAKEKAT, bila MENGETAHUI setiap ibadahnya, MENGHADAP KIBLAT INGATANNYA DI BAITULLAH);
PETUNJUK SEISI ALAM (BUKAN BAGI ALAM, TETAPI ALAM INSAN, yaitu RUH yang bersemayam di dalam dada).
Tanda yang nyata adalah Maqom Ibrahim (bekas pijaknya Ibrahim membangun Ka'bah), MAQOM TAUHID PADA HAKIKATNYA, artinya TEMPAT KITA BERTAUHID KEPADA ALLAH DAN RASULNYA), dan barangsiapa yang masuk ke dalamnya, maka aman dia dari azabKu dunia dan akhirat.”
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Firman Tuhan: QS(2)142:
"Sayaquulussufahaa-u minannaasi maa walaahum 'an qiblatihimullatii kaanuu 'alaihaa qul lillahil masyriqu wal maghribu yahdii man yasyaa-u ila shiraathin mustaqiimin."
Artinya:
(142)
"Akan berkata ORANG-ORANG BODOH di antara manusia, 'KENAPA ORANG ISLAM BERPALING DARI KIBLAT YANG DAHULU ( itu BAITULLAH), rumah pertama kali dijadikan oleh ALLAH, BELUM ADA Masjidil Aqsa-Baitul Muqadis di Palestina, krn itu adanya di zaman N.Sulaiman).
Katakanlah:
'Timur dan Barat kepunyaan Allah, dia memperoleh petunjuk kepada siapa yang dikehendakinya kepada JALAN YANG LURUS."
Jawabannya:
(143)
"Wakadzalika ja'alnaakum ummatan wasathan litakuunuu syuhadaa-a 'alannaasi wayakuunarrasuulu 'alaikum syahiidan wamaa ja'alnaal qiblatallatii kunta 'alaihaa ilaa lina'lama man yattabi'urrasuula mimman yanqalibu 'ala 'aqibaihi wa-in kaanat lakabiiratan ilaa 'alaal-ladziina hadallahu wamaa kaanallahu liyudhii'a iimaanakum innallaha binnaasi larauufun rahiimun."
(143)
"Demikian Kami jadikan engkau UMAT MULIA (MUKMIN ATAU RUH; menjadi SAKSI TENTANG KESALAHAN MANUSIA; BUKAN KESALAHAN MANUSIA LAIN, tetapi KESALAHAN DIRINYA SENDIRI).
Adalah RASUL MENJADI SAKSI PULA TENTANG PEKERJAAN KAMU (MUKMIN ATAU RUH TADI).
Tidaklah Kami jadikan Kiblat YANG DAHULU , supaya Kami mengetahui orang-orang YANG MENGIKUT RASUL daripada orang-orang yang berpaling imannya."
QS(2)144:
"Qad naraa taqalluba wajhika fissamaa-i fa la nuwalliyannaka qiblatan tardhaahaa fa walli wajhaka syathral masjidilharaami wa haitsu maa kuntum fa walluu wujuuhakum syathrahuu wa innal ladziina uutul kitaaba la ya'lamuuna annahulhaqqu mir rabbihim wa mallaahu bighaafilin 'am maa ya'muuun."
Artinya:
"Sesungguhnya Kami melihat WAJAHMU MENENGADAH KE LANGIT, maka SUNGGUH KAMI PALINGKAN ENGKAU (KE ARAH) KIBLAT YANG ENGKAU MENYUKAINYA. Maka PALINGKANLAH WAJAHMU KE ARAH MASJIDIL HARAM.
Dan DIMANA SAJA KAMU BERADA, maka PALINGKANLAH WAJAHMU KE ARAHNYA. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi kitab mengetahui bahwa, (berkiblat ke Masjidil Haram) adalah BENAR DARI TUHAN MEREKA, dan Allah tidak lalai dari apa yang mereka kerjakan."
Hadist Bukhari 3532:
"Hal tarawna qiblatii haa hunaa fawallaahi maa yakhfa 'alayya khusyuu'akum walaa rukuu'akum innii la araakum min waraa i zhahrii."
Artinya:
BERKATA RASULULLAH:
"Adakah engkau PERHATIKAN KEMANA KIBLATMU?"
Demi Allah TIDAK LEPAS DARI PENGLIHATANMU CARA-CARAMU KHUSYUK DAN RUKUK.
Sesungguhnya khusyuk dan rukukmu DI BELAKANGKU KU LIHAT (ADA KAMU DI BAITULLAH PADA HAKEKATNYA APA TIDAK)."
Muslim 2354; Imam Malik Al-Muwattaq 1844:
"Hal tarawna qiblatii haa hunaa fawallaahi maa yakhfa 'alayya sujuudakum walaa rukuu'akum innii la araakum min waraa i zhahrii."
Artinya:
" BERKATA RASULULLAH: "Adakah engkau PERHATIKAN KEMANA KIBLATMU?"
Demi Allah TIDAK LEPAS DARI PENGLIHATANMU CARA-CARAMU SUJUD DAN RUKUK. Sesungguhnya sujud dan rukukmu DI BELAKANGKU KU LIHAT (ADA KAMU DI BAITULLAH PADA HAKEKATNYA APA TIDAK)."
Kenapa Rasul menjadi saksi?
Supaya menambah kepercayaan kita kpd Allah.
Firman Tuhan:
QS(48)8-9:
"Innaa arsalnaaka syaahidan wamubasy-syiran wanadziiran. Litu'minuu billahi warasuulihi watu'azziruuhu watuwaqqiruuhu watusabbihuuhu bukratan wa-ashiilaa."
Artinya:
"Sesungguhnya, Kami mengutus ENGKAU HAI Muhammad sebagai SAKSI, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, SUPAYA kamu BERIMAN-percaya kepada Allah dan Rasul-Nya, lagi menguatkanNya, membesarkanNya.
Dan bertasbih kepada-Nya pagi dan petang."
Karena Allah menyuruh kita berjanji dengan Muhammad,
Firman Tuhan:
QS(48)10:
"Innal-ladziina yubaayi'uunaka innamaa yubaayi'uunallaha yadullahi fauqa aidiihim faman nakatsa fa-innamaa yankutsu 'ala nafsihi waman aufa bimaa 'aahada 'alaihullaha fasayu'tiihi ajran 'azhiiman."
Artinya:
“ORANG-ORANG YANG BERJANJI DENGAN ENGKAU HAI MUHAMMAD SESUNGGUHNYA BERJANJI DENGAN ALLAH. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barangsiapa yang melanggar janjinya, niscaya bahaya pelanggaran janji itu akan menimpa dirinya, dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah, maka Allah akan memberinya pahala yang besar." Apa tugasnya Muhammad Rasulullah saw tsb? Menampung persembahan kita kepada Allah.
Karena yang menampung dan menyelamatkan persembahan kita kepada Allah adalah Muhammad SAW, maka:
Attahiyatul mubarakatus solawatut taiyibatu laillah.
Artinya:
PEMBERIAN YANG BERKAT, SHALAT YANG BAIK-BAIK, BAGI ENGKAU Hai Allah,
SIAPA MENAMPUNG MENYELAMATKAN PERSEMBAHAN TERSEBUT KEPADA ALLAH?
Maka kita baca:
Assalamu'alaika aiyuhan nabiyu warahmatullahi wabarakatuh, artinya:
KESELAMATAN PENYERAHAN ITU ATAS ENGKAU HAI NABI RAHMAT DAN BERKATNYA,
begitu juga:
Assalamu'alaina wa'la 'ibadillahis salihin,
Keselamatan untuk hamba-hamba Kami yang Shalih.
Maka itu kita sudahi sembahyang kita dengan mengucapkan:
Asyahadu alla illaha illallah. Wa'asyhadu anna Muhammadar Rasulullah.
Demikian sementaranya.
Wass wr wb.
AR Yusuf
Pembina JmI
Bekasi, 27-10-2017
