Idul adha yang jatuh pada hari jumat


Dr. KH. Aswin Rose Yusuf
Berikut jawaban Bapak Pembina JMI, Ayahanda Dr. KH. Aswin Rose Yusuf  atas pertanyaan Pak Affan, JMI DPD Yogyakarta yang juga Sekretaris Rektor UIN Jogyakarta, sebagai berikut:

"Mohon izin perkenankan ananda bertanya soal hukum sholat Jumat yang bersamaan dengan hari raya Idul Fitri/ Idul Adha."

Di masyarakat berkembang banyak sekali pendapat dengan merujuk pada pendapat para ulama fikih sebagai berikut:

1. Pendapat Imam Syaukani: Sholat Jumat gugur (tidak wajib) bagi orang yang telah melaksanakan sholat Id (namun tetap wajib sholat Zuhur).

2. Pendapat Mazhab Hambali: Sholat Jumat gugur (tidak wajib) bagi orang yang telah melaksanakan sholat Id  (namun tetap wajib sholat Zuhur) kecuali bagi Imam. Imam tetap wajib Hadir di masjid, jika ada jamaah yang hendak melaksanakan sholat Jumat, maka Imam wajib sholat dengan mereka

3. Pendapat Mazhab Hadawiyah (salah satu Mazhab Syiah): Sholat Jumat gugur (tidak wajib) bagi orang yang telah melaksanakan sholat Id  (namun tetap wajib sholat Zuhur), kecuali bagi Imam dan tiga orang jamaah

4. Pendapat Mazhab Syafi'i: kewajiban sholat Jumat tidak gugur bagi orang yang telah melaksanakan sholat Id, kecuali bagi penduduk desa pedalaman, yang kalau mereka usai sholat Id lalu kembali ke kampungnya, maka kemungkinan mereka akan ketinggalan/terlambat sholat Jumat, sehingga tidak diwajibkan sholat Jumat karena alasan darurat, namun tetap wajib sholat Zuhur.

5. Pendapat sebagian besar ulama, Mazhab Hanafi, Maliki, Dhohiri, dan sebagian Syafi'i: sholat Jumat tidak gugur (tetap wajib) bagi orang yang telah melaksanakan sholat Id. Baik bagi penduduk setempat (penduduk kota) maupun penduduk desa (pedalaman).

6. Pendapat Atha' Ibn Abi Rabah: Sholat Id menggugurkan kewajiban sholat Jumat, bahkan kewajiban sholat Zuhur. Maka bagi orang yang telah melaksanakan sholat Id, tidak perlu lagi sholat Jumat atau sholat Zuhur, jadi langsung sholat Ashar. Tidak ada ulama lain yang menyetujuinya.

Mohon penjelasan Ydml. Ayahanda jawaban atas persoalan tersebut. Atas petunjuk dan bimbingan Ayahanda, kami sampaikan terima kasih

Wassalamu'alaikum wr wb
Affan
[8/28, 11:14 AM

BERIKUT PENJELASAN  AYAHANDA:

DR. K.H. Aswin R. Yusuf:

Wassalamu'alaikum wr wb ananda
Affan yth

Penjelasan:

1. Hari jumat adalah hari keRasulan disebut juga penghulu hari, dia tidak termasuk bilangan hari.

Karena hari jumat itu hari keRasulan, maka pada hari tersebut, Rasulullah saw menjelaskan dengan cara memberikan kabar suka kabar takut mengenai bagaimana tata cara menyembah kepad Allah- (mengabdi) dengan inti meteri Khotbah tentang kabar suka kabar takut tersebut:

a. Mengembalikan kepada hakikat yang telah hilang, (yaitu mengembalikan kepada hakikat di Baitullah).

b. Menjelaskan hubungan timbal balik sekaligus mengenalkan hubungan antara manusia sesama manusia lainnya bahwa manusia itu umat yang satu

QS(21)92

اِنَّ هٰذِهٖۤ اُمَّتُكُمْ اُمَّةً وَّاحِدَةً   ‌ۖ وَّاَنَا رَبُّكُمْ فَاعْبُدُوْنِ
Sungguh, (agama tauhid) inilah agama kamu, agama yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu maka sembahlah Aku.

QS(23)52
وَاِنَّ هٰذِهٖۤ اُمَّتُكُمْ اُمَّةً  وَّاحِدَةً وَّاَنَا رَبُّكُمْ فَاتَّقُوْنِ
Dan sungguh, (agama tauhid) inilah agama kamu, agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku."

sekaligus memperkenalkan berbagai sifat manusi dan satu asal Ruh ketika ditiupkan bahwasannya ruh itu usulnya adalah mukmin-Maka dikatakan mukmin itu bersaudara untuk seluruh umat manusia

QS(49)10.
اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ‌وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.

Oleh karena itu dalam rangka maksud tersebut di atas pada HARI JUM'AT itu KHUTBAH DAHULU baru KEMUDIAN SHALAT.

Krn itu substansi materi dakwah pada khutbah jumat tidakboleh keluar dari konteks memberikan kabar suka kabar takut dlm rangka tujuan dilahirkannya Muhammad Rasulullah saw; di tempat hakikat yang dikembalikan itulah rasulullah saw memperbaiki akhlaq dan budi manusia melalui dua pusaka abadi quran dan sunnah selaras dengan maksud dan tujuan mendirikan shalat wajib mengikut rasul di Baitullah.

c. Sembahyang idul adha ibarat di padang mahsyar. Dimana ketika itu seluruh para nabi 124.313 org itu mempersembahkan KAUMNYA kepada Muhammad Rasulullah saw; Allah menjadi hakim.

Oleh karena itu tata cara sembahyang idul adha berbeda dengan sembahyang hari jumat.

Itulah sebabnya hari raya idul adha itu shalat dahulu,baru kemudian khutbah.

d. Bila memang shalat idul adha jatuh pada hari jumat; maka shalatnya tetap dilaksanakan dua kali.

Pagi shalat idul adha kemudian siangnya shalat jumat.

Kesimpulan:

1. Maksud dan tujuan shalat jumat dengan shalat idul adha TIDAK SAMA.

2. Maksud dan tujuan khutbah idul adha dan shalat jumat pun tidak sama.

3. Bila pada hari jumat itu memang bertepatan jatuhnya hari raya idul adha maka wajib dilaksanakan pada hari yang sama baik shalat idul adha maupun shalat jumat.

Paginya shalat Idul-Adha- siangnya shalat Jum'at.

4. Bila berpedoman kepada mazhab mahzab, itu adalah sebuah pemikiran (nalar ide); tentu tidak masuk di dalam tujuan apa yang dijelaskan di atas.

5.Allah SWT tidak memerlukan bantuan pemikian manusia-

JUSTRU Allah dan RasulNya menertipkan buah pemikiran tersebut- guna menentukan, mana yang baik dan mana yang tidak baik- bermanfaat-atau tidak baik bagi manusia.

Demikian, wass.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Buka menu navigasi CariCari Rahasia Titik BA PDF Diunggah oleh Saraswanto 94%(54)94% menganggap dokumen ini bermanfaat (54 suara) 15K tayan...