Macam-Macam sholat Sunah

Macam-Macam sholat Sunah, Mulai dari sholat Rawatib hingga sholat Sunah Sebelum sholat Jumat

sholat merupakan ibadah wajib bagi umat muslim. Ibadah sholat ini bahkan diwajibkan bagi mereka yang sedang dalam perjalanan ataupun sedang sakit.

sholat, yang merupakan rukun Islam setelah syahadat, tentu adalah hal yang sangat penting untuk ditegakkan setiap umatnya agar agama Islam tetap berdiri di muka Bumi.

Selain ibadah wajib sholat yang berjumlah 5 waktu dalam sehari, terdapat deretan ibadah sholat sunah yang bisa dikerjakan untuk memetik pahala lebih, atau bahkan dikerjakan sesuai dengan momen dan kebutuhan Anda.

Berikut deretan sholat sunah seperti dirangkum 
sholat Sunnah Sebelum Subuh
Salah satu sholat sunah yang memiliki keutamaan yang besar meskipun hanya dua rakaat. sholat sunah ini adalah sholat fajar yang dilakukan sebelum subuh,  dalam sebuah riwayat shahih, Rasulullah Muhammad SAW bersabda tentang keutamaan yang terkandung dalam sholat sunah Fajar.

"Dua rakaat sholat fajar lebih baik dari dunia seisinya."

sholat sunah fajar memiliki banyak nama. Ada yang menyebutnya dengan sholat sunah qabla subuh karena dikerjakan sebelum subuh. Ada pula yang menamainya sholat sunah barad dengan alasan sholat dikerjakan saat dinginnya pagi.

Syeikh An Nawawi Al Bantani dalam Nihayatuz Zain kemudian membolehkan niat sholat sunah ini menggunakan istilah apa saja. Yang perlu diperhatikan, sholat ini jangan sampai dikerjakan berlama-lama karena hukumnya sunah.

Rasulullah SAW juga melaksanakan sholat sunnah ini dengan singkat. Sehingga, dalam sholat, Rasulullah terbiasa membaca Surat Al Kafirun usai Surat Al Fatihah pada rakaat pertama dan Surat Ikhlas usai Al Fatihah pada rakaat kedua.

Bisa juga membaca Al Insyirah pada rakaat pertama usai Al Fatihah. Sedangkan pada rakaat kedua membaca Surat Al Fiil. Kebiasaan bacaan sholat sunnah seperti ini juga dilakukan Rasulullah SAW.

Kemudian, Syeikh An Nawawi juga menganjurkan membaca bacaan zikir khusus usai sholat sunah fajar dan menunggu subuh. Bacaan tersebut yaitu "Ya Hayyu Ya Qayyum Laa Ilaaha Illa Anta" selama 40 kali dilanjutkan Al Ikhlas 11 kali, Al Falaq 1 kali, lalu An Nas 1 kali, dan ditutup dengan Subhanallah wa Bihamdihi, Subhanallahil Adhim, Astaghfirullah sebanyak 100 kali.

Niat sholat Sunah Sebelum Subuh
Berikut bacaan niat sholat sunah Fajar 

Usholli sunnatas shubhi rok'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta'aala.

Namun bacaan niat ini tak selalu saklek seperti di atas. Pasalnya, banyak istilah yang merujuk pada penamaan sholat sunah Fajar ini. Jadi, Anda bisa juga menggunakan "ushalli sunnatal fajri rok'ataini ada'an lillahi ta'ala." Atau "ushalli sunnatal barodi rok'ataini ada'an lillahi ta'ala."

Macam-macam sholat Sunah
Berikut deretan macam-macam sholat sunnah yang bisa Anda kerjakan sesuai waktu dan kebutuhan Anda. 

1. sholat wudu
sholat wudu adalah sholat sunah dua rakaat yang dikerjakan seusai wudu.

sholat tahiyatul masjid adalah sholat sunah dua rakaat yang dikerjaan ketika masuk masjid, sebelum Anda duduk. sholat tahiyatul merupakan sholat untuk menghormati masjid.

sholat duha adalah sholat sunah dua sampai 12 rakaat yang dikerjakan ketika matahari telah naik.

sholat sunah rawatib adalah sholat sunah yang dikerjakan mengiringi sholat fardu atau sholat wajib. Terdapat dua macam sholat rawatib, yakni 
  • sholat rawatib qabliyah yang dikerjakan sebelum sholat fardhu, dan, 
  • sholat rawatib bakdiyah yang dikerjakan setelahnya.
sholat tahajud adalah sholat sunah yang dilakukan di waktu malam. Sebaiknya dilakukan di sepertiga malam terakhir dan sesudah kita terlelap sebelumnya. sholat sunah ini minimal dilakukan 2 rakaat.

6. sholat Istikharah
sholat istikharah adalah sholat sunah dua rakaat untuk meminta petunjuk yang baik jika kita sedang dihadapkan dengan dua pilihan. Waktu yang baik untuk melakukan sholat sunah ini adalah dua per tiga malam terakhir.

7. sholat Hajat
sholat hajat adalah sholat sunah yang dilakukan untuk memohon agar hajat kita dikabulkan atau diperkenankan oleh Allah SWT. sholat sunah ini dilakukan minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat dengan salam tiap 2 rakaat.

8. sholat Mutlaq
sholat mutlaq adalah sholat sunah yang tidak memiliki kaidah waktu pengerjaan dan tidak memiliki sebab untuk dilakukan. Jumlah rakaatnya pun tidak dibatasi.

9. sholat Taubat
sholat sunnah adalah sholat yang dilakukan setelah merasa berbuat dosa kepada Allah SWT.

sholat tasbih adalah sholat sunnah sebanyak 4 rakaat yang dikerjakan pada siang hari dengan satu salam, atau malam hari dengan 2 salam.

sholat tasbih memiliki tata cara yang agak berbeda dengan sholat biasa, karena tiap gerakan diselingi bacaan tasbih sebanyak 10 kali atau 15 kali dengan total bacaan tasbih tiap sholatnya berjumlah 75.

11. sholat Tarawih
sholat tarawih adalah sholat sunah sesudah isya yang dilakukan pada bulan Ramadan.

  • Sholat witir adalah sholat sunah muakkad atau dianjurkan yang dirangkaikan sebagai penutup sholat tarawih.S
  • Sholatwitir adalah  Sholat yang dikerjakan sebagai penutup sholat kita hari ini di kerjakan sebelum waktu shubuh
13. sholat Hari Raya
sholat hari raya adalah sholat sunah yang dilakukan pada hari raya Idul Fitri 1 Syawal dan Idul Adha 10 Dzulhijah. Hukum dari sholat hari raya adalah sunnah muakkad atau dianjurkan.

14. sholat Khusuf
sholat khusuf adalah sholat sunah yang dilakukan saat terjadi gerhana matahari atau bulan. sholat sunnah ini dikerjakan minimal dua rakaat.

15. sholat Istiqa
sholat istiqa adalah sholat sunah yang ditujukan untuk meminta hujan kepada Allah.

sholat Sunah Sebelum sholat Wajib
Berbicara soal sholat sunah sebelum sholat wajib, hal ini tentu merupakan bagian dari sholat sunah rawatib.

sholat sunah rawatib adalah sholat sunnah yang dikerjakan sebelum dan sesudah sholat fardhu, atau lebih kita kenal dengan sholat lima waktu.

sholat sunah rawatib yang dikerjakan sebelum sholat fardhu disebut dengan sholat sunah Qobliyah. Sedangkan sholat sunah rawatib yang dikerjakan setelah sholat fardu disebut dengan sholat sunah bakdiyah.

Tentang waktu pelaksanaan sholat sunah rawatib ini telah dijelaskan dalam sebuah hadits di bawah ini.

Ibnu Qudamah berkata: "Setiap sunah rawatib qobliyah maka waktunya dimulai dari masuknya waktu sholat fardhu hingga sholat fardhu dikerjakan, dan sholat rawatib bakdiyah maka waktunya dimulai dari selesainya sholat fardhu hingga berakhirnya waktu sholat fardhu tersebut". (Al-Mughni 2/544)

sholat sunnah rawatib yang muakkad atau bersifat sangat dianjurkan untuk dikerjakan, adalah sebagai berikut:

2 rakaat sebelum sholat subuh
2 atau 4 rakaat sebelum sholat zuhur
Sedangkan yang bersifat ghoiru muakkad atau kurang ditekankan atau disarankan adalah sebagai berikut:

2 atau 4 rakaat sebelum sholat ashar (jika dikerjakan 4 rakaat, dikerjakan dengan 2 kali salam)

2 rakaat sebelum magrib

sholat Sunah Sebelum sholat Jumat
sholat sunnah sebelum dilaksanakannya sholat jumat disebut sholat sunah qabliyah Jumat, ada dua kemungkinan pengerjaan sholat sunah sebelum sholat Jumat, yang pertama adalah saat sunah mutlak yang waktu pelaksanaannya berakhir pada saat imam memulai khutbah. Kedua, sholat sunah qobliyah Jumat yang sifatnya masih menjadi perdebatan antara para ulama.

Ada banyak pendapat soal sholat sunnah ini. Pendapat pertama berbunyi sholat qabliyyah Jum'ah dianjurkan untuk dilaksanakan atau bersifat sunah. Pendapat ini dikemukakan oleh Imam Abu Hanifah serta Syafi'iyyah. Pendapat kedua, sholat qabliyah Jumat tidak disunnahkan menurut Imam Malik.

Berikut hadis yang menganjurkan sholat sunah qabliyah Jumat.

"Semua sholat fardlu itu pasti diikuti oleh sholat sunah qabliyah dua rakaat". (HR.Ibnu Hibban yang telah dianggap sahih dari hadist Abdullah Bin Zubair). Hadis ini secara umum menerangkan adanya sholat sunah qabliyah tanpa terkecuali sholat Jumat.

TASAWUF

Tolong bacalah dengan hati yang bersih bukan dengan hati yang kotor.

BENIH TASYAWUF BERASAL DARI PRILAKU NABI.

Perikehidupan (sirah) nabi Muhammad SAW juga merupakan benih-benih tasawuf yaitu pribadi nabi SAW yang sederhana, zuhud, dan tidak pernah terpesona dengan kemewahan dunia.

Dalam salah satu Doanya ia memohon: ”Wahai Allah, Hidupkanlah aku dalam kemiskinan dan matikanlah aku selaku orang miskin” (HR.at-Tirmizi, Ibnu Majah dan al-Hakim).

“Pada suatu waktu Nabi SAW datang kerumah istrinya, Aisyah binti Abu Bakar as-Siddiq. Ternyata dirumahnya tidak ada makanan. Keadaan ini diterimanya dengan sabar, lalu ia menahan lapar dengan berpuasa” (HR.Abu Dawud, at-Tirmizi dan an-Nasa-i) .

Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat Al-Ahzab ayat 21 yang artinya:”Sesung
guhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut nama Allah.”.

Peristiwa dan Perilaku Hidup Nabi. Sebelum diangkat menjadi Rasul, berhari-hari beliau berkhalawat (mengasingkan diri) di Gua Hira, terutama pada bulan Ramadhan disana nabi banyak berzikir dan bertafakur dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Pengasingan diri Nabi SAW digua Hira ini merupakan acuan utama para sufi dalam melakukan khalawat.ini contoh tasyawuf Rasulullah.
tasyawuf itu mengajarkan pola hidup sederhana,gonaah,tawakal,zuhud.wara`,senatiasa berzikir,
Bukannya NGAJARKAN KESOMBONGAN..

Lihatlah pola hidup rasulullah dan para sahabat..

LIHATLAH POLA TASYAWUF ABU BAKAR.

Abu Bakar hanya memiliki sehelai pakaian. Ia berkata:”Jika seorang hamba begitu dipesonakan oleh hiasan dunia, Allah membencinya sampai ia meninggalkan perhiasan itu.”

Oleh karena itu Abu Bakar memilih takwa sebagai ”pakaiannya.” Ia menghiasi dirinya dengan sifat-sifat rendah hati, santun, sabar, dan selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan ibadah dan zikir.

Abu bakar adalah salah seorang Kuraisy yang kaya. Setelah masuk islam, ia menjadi orang yang sangat sederhana. Ketika menghadapi perang Tabuk, Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabat, Siapa yang bersedia memberikan harta bendanya dijalan Allah SWT.

Abu Bakar lah yang pertama menjawab:”Saya ya Rasulullah.” Akhirnya Abu Bakar memberikan seluruh harta bendanya untuk jalan Allah SWT. Melihat demikian, Nabi SAW bertanya kepada: ”Apalagi yang tinggal untukmu wahai Abu Bakar?” ia menjawab:”Cukup bagiku Allah dan Rasul-Nya.”

Diriwayatkan bahwa selama enam hari dalam seminggu Abu Bakar selalu dalam keadaan lapar. Pada suatu hari Rasulullah SAW pergi kemesjid. Disana Nabi SAW bertemu Abu Bakar dan Umar bin Khattab, kemudian ia bertanya:”Kenapa anda berdua sudah ada di mesjid?” Kedua sahabat itu menjawab:”Karena menghibur lapar.”

LIHATLAH POLA TASYAWUF UMAR BIN KHATTAB

Umar bin Khattab yang terkenal dengan keheningan jiwa dan kebersihan kalbunya, sehingga Rasulullah SAW berkata:” Allah telah menjadikan kebenaran pada lidah dan hati Umar.” Ia terkenal dengan kezuhudan dan kesederhanaannya. Diriwayatkan, pada suatu ketika setelah ia menjabat sebagai khalifah, ia berpidato dengan memakai baju bertambal dua belas sobekan. Diceritakan, Abdullah bin Umar, putra Umar bin Khatab, ketika masih kecil bermain dengan anak-anak yang lain. Anak-anak itu semua mengejek Abdullah karena pakaian yang dipakainya penuh dengan tambalan.

LIHAT POLA TASYAWUF USMAN BIN AFFAN

Usman bin Affan yang menjadi teladan para sufi dalam banyak hal. Usman adalah seorang yang zuhud, tawaduk (merendahkan diri dihadapan Allah SWT), banyak mengingat Allah SWT, banyak membaca ayat-ayat Allah SWT, dan memiliki akhlak yang terpuji. Diriwayatkan ketika menghadapi Perang Tabuk, sementara kaum muslimin sedang menghadapi paceklik, Usman memberikan bantuan yang besar berupa kendaraan dan perbekalan tentara.
diriwayatkan bahwa usman terbunuh ketika sedang membaca Al-Qur’an.

Tebasan pedang para pemberontak mengenainya ketika sedang membaca surah Al-Baqarah ayat 137 yang artinya:…”Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. Dan Dia lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” ketika itu ia tidak sedikitpun beranjak dari tempatnya, bahkan tidak mengijinkan orang mendekatinya. Ketika ia rebah berlumur darah, mushaf (kumpulan lembaran) Al-Qur’an itu masih tetap berada ditangannya.

LIHATLAH POLA TASYAWUF ALI BIN ABU THALIB

Ali bin Abi Thalib yang tidak kurang pula keteladanannya dalam dunia kerohanian. Ia mendapat tempat khusus di kalangan para sufi. Bagi mereka Ali merupakan guru kerohanian yang utama. Ali mendapat warisan khusus tentang ini dari Nabi SAW. Abu Ali ar-Ruzbari , seorang tokoh sufi, mengatakan bahwa Ali dianugerahi Ilmu Laduni. Ilmu itu, sebelumnya, secara khusus diberikan Allah SWT kepada Nabi Khaidir AS, seperti firmannya yang artinya:…”dan telah Kami ajarkan padanya ilmu dari sisi Kami.” (QS.Al Kahfi:65).

Kezuhudan dan kerendahan hati Ali terlihat pada kehidupannya yang sederhana. Ia tidak malu memakai pakaian yang bertambal, bahkan ia sendiri yang menambal pakiannya yang robek.

Suatu waktu ia tengah menjinjing daging di Pasar, lalu orang menyapanya:”Apakah tuan tidak malu memapa daging itu ya Amirulmukminin (Khalifah)?” Kemudian dijawabnya:”Yang saya bawa ini adalah barang halal, kenapa saya harus malu?”
Nabi dan para sahabat adalah Contoh perilaku Tasyawuf yang tidak bisa di inkari siapapun yang memang Islam sejati.

Hakekat Tawadu` adalah ajaran tasyawuf.

Hakekat Qonaah adalah ajaran Tasyawuf

hakekat wara` adalah ajaran tasyawuf

hakekat Zuhud adalah ajaran Tasyawuf

Dan Jika anda membenci tasyawuf maka anda sama dengan membenci cara Hidup Rasulullah dan para sahabat.
karna itulah imam safii mengatakan :

ﻓﻘﻴﻬﺎ ﻭ ﺻﻮﻓﻴﺎ ﻓﻜﻦ ﻟﻴﺲ ﻭﺍﺣﺪﺍ * ﻓﺈﻧﻲ ﻭ ﺣـــﻖ ﺍﻟﻠﻪ ﺇﻳـــﺎﻙ ﺃﻧــــﺼﺢ
ﻓﺬﺍﻟﻚ ﻗﺎﺱ ﻟﻢ ﻳـــﺬﻕ ﻗـﻠــﺒﻪ ﺗﻘﻰ * ﻭﻫﺬﺍ ﺟﻬﻮﻝ ﻛﻴﻒ ﺫﻭﺍﻟﺠﻬﻞ ﻳﺼﻠﺢ

Berusahalah engkau menjadi seorang yang mempelajari ilmu fiqih dan juga menjalani tasawuf, dan janganlah kau hanya mengambil salah satunya.Sesungguhnya demi Allah saya benar-benar ingin memberikan nasehat padamu.
Orang yang hanya mempelajari ilmu fiqih tapi tidak mau menjalani tasawuf, maka hatinya tidak dapat merasakan kelazatan takwa. Sedangkan orang yang hanya menjalani tasawuf tapi tidak mahu mempelajari ilmu fiqih, maka bagaimana bisa dia menjadi baik?[Diwan Al-Imam Asy-Syafi’i, Dar el-mareefah, pp. 42].

Bagaimna Orang mau merasakan Nikmatnya Iman dan takwa jika tidak mengerti tasyawuf sebenarnya ??

Lihatlah mereka mereka yang tidak suka dengan Tasyawuf.Hidup tak pernah tenang.jiwa di kotori sipat sipat makzumah..bahkan banyak yang tidak punya adab dan akhlak.

mereka bicara fiqih tapi mereka punya jiwa yang tidak sehati.lain perkataan lain priliaku bahkan hasad dan dengki.iri dan tamak. bahkan tak pandai bagaimana bersyukur sebenarnya baik dalam keadaan cukup maupun dalam keadaan kurang.

Tasyawuf itu inti utamanya mengajarkan Akhlak. mengajar pola hidup yang tenang dalam keadaan bagaimanapun.
lantas mengapa ada saja yang tidak suka ??

Jika tidak suka bencilah tingkah laku para sahabat dan Rasulullah.. maka yakinlah Islam kalian hanya batas tenggorokan saja.

Sunnah bukan mesti terucap tetapi juga perbutan Rasulullah dan para sahabat. jangan mengatakan sesuai sunnah nabi dan sunnah kulafour rasydien jika kalian malahan tidak bisa bersikap Santun seperti Rasulullah dan sahabat !!.

itu artinya kalian hanya Teori tanpa pelaksaan. sudah tak berilmu ditambah juga tak beramal.

Apa itu sholeh dan sholehah ??

bagaimana adab orang yang sungguh sungguh sholeh dan sholehah dalam artian sebenarnya ??

Pahami Tasyawuf dengan benar jika mau sholeh dan sholehah Contohlah sikap hidup Rasulullah dan sahabat,Bukan cuma pengakuan merasa sholeh dan sholehah.

Bagaimana mau sholeh dan sholehah jika tidak bertasyawuf ??
Sungguh lucu sekali ada orang ANTI TASYAWUF tetapi bicara istiqomah,wara,zhuhud,qonaah padahal itu ilmu ilmu tasyawuf.

PERHATIKAN PENDAPAT IMAM MADZAB TENTANG TASYAWUF

1. Tasawwuf menurut Imam Madzhab Hanafiyah

Imam Abu Hanifah (Pendiri Mazhab Hanafi) berkata : Jika tidak karena dua tahun, Nu’man telah celaka. Karena dua tahun saya bersama Sayyidina Imam Jafar as-Shodiq, maka saya mendapatkan ilmu spiritual yang membuat saya lebih mengetahui jalan yang benar.
(Kitab Durr al Mantsur)

2. Tasawwuf menurut Imam Madzhab Malikiyah

Imam Maliki (Pendiri Mazhab Maliki) berkata : Barangsiapa mempelajari/mengamalkan tasawuf tanpa fiqih maka dia telah zindik, dan barangsiapa mempelajari fiqih tanpa tasawuf dia tersesat, dan siapa yang mempelari tasawuf dengan disertai fiqih dia meraih kebenaran.
(’Ali al-Adawi dalam kitab Ulama fiqih, vol. 2, hal. 195 yang meriwayatkan dari Imam Abul Hasan).

3. Tasawwuf menurut Imam Madzhab Syafi'iyah

Imam Syafi’i (pendiri mazhab Syafi’i) berkata : Saya berkumpul bersama orang-orang sufi dan menerima 3 ilmu: Mereka mengajariku bagaimana berbicara, Mereka mengajariku bagaimana memperlakukan orang lain dengan kasih sayang dan kelembutan hati, Mereka membimbingku ke dalam jalan tasawuf.
(Riwayat dari kitab Kasyf al-Khafa dan Muzid al Albas, Imam ‘Ajluni, vol. 1, hal. 341)

4. Tasawwuf menurut Imam Madzhab Hanabilah

Imam Ahmad bin Hanbal (Pendiri mazhab Hambali) berkata : Anakku, kamu harus duduk bersama orang-orang sufi, karena mereka adalah mata air ilmu dan mereka selalu mengingat Allah dalam hati mereka. Mereka adalah orang-orang zuhud yang memiliki kekuatan spiritual yang tertinggi. Aku tidak melihat orang yang lebih baik dari mereka.
(Ghiza al Al-bab, vol. 1, hal. 120 ; Tanwir al Qulub, hal. 405, Syaikh Amin al Kurdi)

Imam Malik berkata : Fiqih tanpa Tasawwuf adalah munafiq..

ﻣﻦ ﺗﺼﻮﻑ ﻭﻟﻢ ﻳﺘﻔﻘﻪ ﻓﻘﺪ ﺗﺰﻧﺪﻕ ﻭﻣﻦ ﺗﻔﻘﻪ ﻭﻟﻢ ﻳﺘﺼﻮﻑ ﻓﻘﺪ ﺗﻔﺴﻖ ﻭﻣﻦ ﺟﻤﻊ ﺑﻴﻨﻬﻤﺎ ﻓﻘﺪ ﺗﺤﻘﻖ

Barang siapa belajar tasawuf tanpa belajar fiqih berarti ia zindiq. Barang siapa belajar fiqih tanpa tasawuf berarti ia munafiq. Dan barang siapa mengumpulkan tasawuf dan fiqih berarti ia adalah orang yang benar. (Iqozhul Himam. Hlm 6).

Kalam Imam Syafi’i berikut ini dalam bentuk bait syi’ir untuk membungkam hujjah mereka :
ﻓﻘﻴﻬﺎً ﻭﺻﻮﻓﻴﺎً ﻓﻜﻦ ﻟﻴﺲ ﻭﺍﺣﺪﺍ ﻓﺈﻧــﻲ ﻭﺣـﻖ ﺍﻟﻠﻪ ﺇﻳـﺎﻙ ﺃﻧﺼﺢ , ﻓﺬﻟﻚ ﻗﺎﺱ ﻟﻢ ﻳﺬﻕ ﻗﻠﺒﻪ ﺗﻘــﻰ ﻭﻫﺬﺍ ﺟﻬﻮﻝ ﻛﻴﻒ ﺫﻭ ﺍﻟﺠﻬﻞ ﻳﺼﻠﺢ

Jadilah kamu seorang ahli fiqih yang bertasawwuf jangan jadi salah satunya, sungguh dengan haq Allah aku menasehatimu.

Jika kamu menjadi ahli fiqih saja, maka hatimu akan keras tak akan merasakan nikmatnya taqwa. Dan jka kamu menjadi yang kedua saja, maka sungguh dia orang teramat bodoh, maka orang bodoh tak akan menjadi baik.
(Diwan Al-Imam Asy-Syafi’i halaman : 19)

Nasihat Imam Asy-Syafi'I Rohimalloh :

ﻓﻘﻴﻬﺎ ﻭ ﺻﻮﻓﻴﺎ ﻓﻜﻦ ﻟﻴﺲ ﻭﺍﺣﺪﺍ ﻓﺈﻧﻲ ﻭ ﺣـــﻖ ﺍﻟﻠﻪ ﺇﻳـــﺎﻙ ﺃﻧــــﺼﺢ ﻓﺬﺍﻟﻚ ﻗﺎﺱ ﻟﻢ ﻳـــﺬﻕ ﻗـﻠــﺒﻪ ﺗﻘﻰ ﻭﻫﺬﺍ ﺟﻬﻮﻝ ﻛﻴﻒ ﺫﻭﺍﻟﺠﻬﻞ ﻳﺼﻠﺢ

Berusahalah engkau menjadi seorang yg mempelajari ilmu fiqih dan juga menjalani tasawwuf, dan janganlah kau hanya mengambil salah satunya.

Sesungguhnya demi Allah saya benar-benar ingin memberikan nasehat padamu.
Orang yag hanya mempelajari ilmu fiqih tapi tidak mau menjalani tasawwuf, maka hatinya tidak dapat merasakan kelazatan taqwa.

Sedangkan orang yg hanya menjalani tasawwuf tapi tidak mau mempelajari ilmu fiqih, maka bagaimana bisa dia menjadi baik.[Diwan Al-Imam Asy-Syafi'i, halaman. 47]

MENJAWAB FITNAH WAHABI TERHADAP IMAM SAFII

Wahab berdusta atas nama imam Syafi’i untuk mencela ajaran tasawwuf yang mereka anggap sesat.

Hanya bermodalkan taqlid buta pada orang-orang yang mereka anggap paling benar dan bermodalkan ilmu yang pas-pasan.

Mereka mencela ajaran tasawwuf dengan mencomot kalam imam Syafi’I yang mereka anggap bahwa imam Syafi’I juga mencela ajaran tasawwuf dan para penganutnya, tanpa mau mempelajari makna yang sebenarnya.

Mereka membawakan kalam imam Syafi’I sebagai berikut :
Pertama :
.
ﺭﻭﻯ ﺍﻟﺒﻴﻬﻘﻲ ﻓﻲ " ﻣﻨﺎﻗﺐ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ " ﻋﻦ ﻳﻮﻧﺲ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻷﻋﻠﻰ ﻳﻘﻮﻝ : ﺳﻤﻌﺖ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﻳﻘﻮﻝ : ﻟﻮ ﺃﻥ ﺭﺟﻼً ﺗﺼﻮَّﻑ ﻣﻦ ﺃﻭﻝ ﺍﻟﻨﻬﺎﺭ ﻟﻢ ﻳﺄﺕ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﻈﻬﺮ ﺇﻻ ﻭﺟﺪﺗﻪ ﺃﺣﻤﻖ .
.
Al-Imam Al-Baihaqi rahimahullahu meriwayatkan di dalam kitabnya Manaqib asy-Syafi’I dari Yunus bin Abdul A’la, aku mendengar imam Syafi’I berkata: “Jika seorang belajar tasawuf di pagi hari, sebelum datang waktu dhuhur engkau akan dapati dia menjadi orang dungu.”
.
Kedua :
.
ﻭﻋﻨﻪ ﺃﻳﻀﺎ ﺃﻧﻪ ﻗﺎﻝ ﻣﺎ ﻟﺰﻡ ﺃﺣﺪ ﺍﻟﺼﻮﻓﻴﺔ ﺃﺭﺑﻌﻴﻦ ﻳﻮﻣﺎ ﻓﻌﺎﺩ ﻋﻘﻠﻪ ﺇﻟﻴﻪ ﺃﺑﺪﺍ
.
Dari imam Syafi’I juga, bahwasanya beliau berkata “Seorang yang telah bersama kaum shufiyah selama 40 hari, tidak mungkin kembali akalnya selama-lamanya.”
.
Benarkah imam Syafi’i seperti apa yang mereka katakan ??
.
SANGGAHAN (Von Edison Alouisci)
.
Pertama.
.
Khobar pertama di dalam sanadnya oleh para ulama masih diperselisihkan artinya tidak tsiqah. Dalam periwayatan lainnya menggunakan kalimat “Lau laa” (seandainya tidak).
.
Dalam kitab Hilyatul Aulia disebutkan sbgai berikut :
.
ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪُ ﺑْﻦُ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ، ﺣﺪَّﺛَﻨِﻲ ﺃَﺑُﻮ ﺍﻟْﺤَﺴَﻦِ ﺑْﻦُ ﺍﻟْﻘَﺘَّﺎﺕِ ، ﺛﻨﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪُ ﺑْﻦُ ﺃَﺑِﻲ ﻳَﺤْﻴَﻰ ، ﺛﻨﺎ ﻳُﻮﻧُﺲُ ﺑْﻦُ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻷَﻋْﻠَﻰ ، ﻗَﺎﻝَ : ﺳَﻤِﻌْﺖُ ﺍﻟﺸَّﺎﻓِﻌِﻲَّ ، ﻳَﻘُﻮﻝُ : " ﻟَﻮْﻻ ﺃَﻥَّ ﺭَﺟُﻼ ﻋَﺎﻗِﻼ ﺗَﺼَﻮَّﻑَ ، ﻟَﻢْ ﻳَﺄْﺕِ ﺍﻟﻈُّﻬْﺮَ ﺣَﺘَّﻰ ﻳَﺼِﻴﺮَ ﺃَﺣْﻤَﻖَ "
.
“ Seandainya orang yang berakal tidak bertasawwuf, maka belum sampai dhuhur, ia akan menjadi dungu “
.
Sanad periwayatan ini muttasil dari pengarang kitab Hiltyatul Aulia hingga sampai pada imam Syafi'i dan lebih kuat karena menggunakan shighah tahdits / sama’ (lambing periwayatan yang didengarkan secara langsung secara estafet).
.
Kedua.
.
Mereka menukil ucapan imam Syafi’I tersebut dengan bodoh terhadap makna yang sebenarnya.
.
Benarkah itu sebuah celaan terhadap ajaran tasawwuf ??
.
Makna yang sesungguhnya adalah :
.
“ Tidaklah seseorang belajar tasawwuf tanpa didahului ilmu fiqih, maka tidaklah datang waktu dhuhur maksudnya waktu sholat, kecuali dia dalam keadaan dungu yakni dalam keadaan bodoh, dia tidak mengerti bagaimana beribadah dengan Tuhannya “.
.
Makna seperti ini sesuai dengan kalam para ulama lainnya seperti imam Sirri As-Saqothi yang berkata kepada imam Junaid dan disebutkan oleh al-Hafidz Abu Thalib Al-Makki dalam kitabnya Qutul Qulub sebagai berikut :
.
“ Imam Sirri as-Saqothi berkata pada imam Junaid “ Jika kau berpisah dariku, siapakah yang kau duduk bersamanya ? Imam Junaid menjawab “ Al-Harist al-Muhasibi “.
.
Imam Sirri berkata “ Benar, ambillah ilmu dan adabnya, dan tinggalkan kalam lembutnya “.
.
Imam Junaid berkata “ Ketika aku hendak pergi aku mendengar beliau berkata :
.
ﺟﻌﻠﻚ ﺍﻟﻠّﻪ ﺻﺎﺣﺐ ﺣﺪﻳﺚ ﺻﻮﻓﻴﺎً ﻭﻻ ﺟﻌﻠﻚ ﺻﻮﻓﻴﺎً ﺻﺎﺣﺐ ﺣﺪﻳﺚ
.
“ Semoga Allah menjadikanmu ahli hadits yang bertasawwuf dan tidak menjadikanmu ahli tasawwuf yang pandai hadits “.
.
Ketiga.
.
Mereka menukil ucapan imam Syafi’I tersebut dari imam Baihaqi dalam kitabnya Manaqib Asy-Syafi’i. Seandainya mereka mau jujur, maka mereka seharusnya juga menampilkan kalam imam Baihaqi terhadap kalam imam Syafi’I tersebut dan tidak membuangnya. Namun karena tujuan mereka untuk mengelabui umat dari makna yang sebenarnya, mereka tak lagi peduli pada kejujuran dan amanat. Fa laa haula wa laa quwwata illa billah.
.
Berikut komentar beliau setelah menampilkan kalam imam Syafi'i tsb dalam kitab beliau Manaqib Asy-Syafi'i juz 2 halaman 207 :
.
ﻗﻠﺖ : ﻭﺇﻧﻤﺎ ﺃﺭﺍﺩ ﺑﻪ ﻣﻦ ﺩﺧﻞ ﻓﻲ ﺍﻟﺼﻮﻓﻴﺔ ﻭﺍﻛﺘﻔﻰ ﺑﺎﻻﺳﻢ ﻋﻦ ﺍﻟﻤﻌﻨﻰ، ﻭﺑﺎﻟﺮﺳﻢ ﻋﻦ ﺍﻟﺤﻘﻴﻘﺔ، ﻭﻗﻌﺪ ﻋﻦ ﺍﻟﻜﺴﺐ، ﻭﺃﻟﻘﻰ ﻣﺆﻧﺘﻪ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ، ﻭﻟﻢ ﻳﺒﺎﻝ ﺑﻬﻢ، ﻭﻟﻢ ﻳﺮﻉ ﺣﻘﻮﻗﻬﻢ ﻭﻟﻢ ﻳﺸﺘﻐﻞ ﺑﻌﻠﻢ ﻭﻻ ﻋﺒﺎﺩﺓ، ﻛﻤﺎ ﻭﺻﻔﻬﻢ ﻓﻲ ﻣﻮﺿﻊ ﺁﺧﺮ
.
" Aku katakan (Imam Al Baihaqi menjelaskan maksud perkataan Imam As Syafi’i tersebut): ” Sesungguhnya yang imam Syafi'i maksud adalah orang yang masuk dalam shufi namun hanya cukup dengan nama bukan dengan makna (pengamalan), merasa cukup dengan simbol dan melupakan hakekat shufi, malas bekerja, membebankan nafkah pada kaum muslimin tapi tidak peduli dgn mereka, tidak menjaga haq-haq mereka, tidak menyibukkan diri dengan ilmu dan ibadah, sebagaimana beliau menyifai hal ini di tempat yang lainnya. "
(Al Manaqib Al Imam As Syafi’i li Al Imam Al Baihaqi, 2/207)
.
Inilah yang dimaksud oleh imam Syafi'i, maka jelas bahwa beliau tidak mencela ajaran tasawwuf dan penganutnya.

Sungguh Firqoh Wahabi benar benar pembawa Fitnah dari nejed.

Sangat jelas bahwa wahabi bukan ahlu sunnah sebab seorang ahli sunnah sejati tidak akan berani berdusta !!

Dan wahabi tdk bisa dipercaya sebagai pengikut salafus sholeh sebab adab,prilaku Rasulullah,saha
bat,tabiin,tabiun. imam madzab yang justru bertasyawuf mereka tolak bahkan berani mengatakan tasyawuf adalah ajaran bidah dan lebih jauh lagi mereka berdusta atas nama imam madzab untuk menipu umat.

BEGITUKAH AKHLAK AHLI SUNNAH KERJAANNYA HANYA MENCELA,MEMFITNAH ?

Wahabi kaum golongan zindiq dan munafik.

Bahkan pengikutnya yang merasa ahli agama sudah merasa paling sempurna dlm beragama,padahal mulutnya saja lancang tidak punya adab.

itu karena tdk kenal ilmu ilmu tasyawuf !

Tasawuf berasal dari istilah yang dikonotasikan dengan “ahlu suffah” ( ﺍَﻫﻞ ﺍﻟﺼﻔﺔ ), yang berarti sekelompok orang pada masa Rasulullah SAW.

hidupnya diisi dengan banyak berdiam diserambi-serambi masjid, dan mereka mengabdikan hidupnya untuk beribadah kepada Allah SWT.

Kedua, yang mengatakan tasawuf berasal dari kata “shafa’ ” ( ﺍﻟﺼﻔﺎﺀ ), yang berarti orang-orang yang mensucikan dirinya dihadapan Tuhan-Nya.

Ketiga, ada yang megatakan bahwa istilah tasawuf berasal dari kata “ shaf ” ( ﺻﻒ ), yang dinisbatkan kepada orang-orang yang ketika shalat berada di Shaf yang paling depan.

NAH SEBUTAN ITU SUDAH ADA DI MASA RASULULLAH.

RASULULLAH TDK PERNAH MENGATAKAN MEREKA SESAT PADA MEREKA.

LANTAS YG NGECAP SESAT LEBIH MULIA DARI NABI ?

Semoga tulisan ini menjadi renungan kita semua untuk hati hati mengkaji persoalan agama.teliti itu penting agar tdk salah jalan dlm menjalankan syariat agama.
Tugas saya hanya membela diri dari segala tuduhan yg tdk punya dasar ilmu yg cukup.
Dan bukan hanya saya tetapi semua aswaja pada dasarnya membela diri dari kaum PENUDUH,KAUM AHLUL FITNAH Yang setiap hari hanya berilmu BIDAH,SYRIK,KAFIR.. MULUT LANCANG.
Intaha.

By.Von Edison Alouisci
Kingstones street. 21.03.2017

Dana page :
www.facebook.com/von.edison.alouisci


Sumber Tasawuf


Buka menu navigasi CariCari Rahasia Titik BA PDF Diunggah oleh Saraswanto 94%(54)94% menganggap dokumen ini bermanfaat (54 suara) 15K tayan...